Pada hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional SMK, Kamis, 5 April 2018, Totok Suprayitno Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan pemantauan di Kota Depok. Turut mendampingi Kabalitbang dalam pemantauan UN SMK adalah Tamrin Kasman Sekretaris Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Bambang Suryadi Ketua BSNP, M. Thamrin Kepala Dinas Pendidikan Depok, Dadang Ruhiyat Kepala Kantor Cabang Dinas Jawa Barat, dan tim dari sekretariat UN.
Sasaran pemantauan difokuskan pada dua SMK, yaitu SMKN 1 dan SMK
Taruna Bhakti Depok, sebagai representasi dari SMK Negeri dan Swasta. Di
Kota Depok ada 127 SMK, dengan rincian 4 negeri dan 123 swasta.
Kedua SMK tersebut melaksanakan UNBK dengan jumlah peserta 496
orang untuk SMKN 1 dan 549 orang di SMK Taruna Bhakti. Pelaksanaan UNBK
di masing-masing sekolah dijadwalkan dalam dua sesi setiap hari.
M. Thamrin Kepala Dinas Pendidikan Kota Depak mengatakan bahwa di
Kota Depok ada 127 SMK. Dari jumlah tersebut, 4 negeri dan 123 swasta.
Tahun ini seluruh SMK di Kota Depok telah melaksanakan UNBK. Dalam
pelaksanaannya, ada yang mandiri dan ada juga yang bergabung.
Merespon kondisi SMK di Kota Depok, Totok Suprayitno Kepala
Balitbang mengatakan jumlah SMK swasta dan negeri perlu dibatasi.
“Pembatasan ini dimaksudkan untuk penguatan pendidikan kejuruan dengan
cara menciptakan keunggulan untuk SMK di daerah tertentu. Di Depok,
misalnya, jika Teknik Komputer Jaringan bisa menjadi SMK unggulan”, ucap
Totok yang pagi itu dalam kapasitasnya mewakili Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan yang mendadak ada tugas penting sehingga tidak dapat memantau
pelaksaan UN SMK.
Menurut Rochmatul Kholil Kepala SMKN 1 Depok, selama tiga hari
pertama pelaksanaan UNBK, secara umum berjalan lancar. Gardu listrik di
dekat sekolah sempat rusak, tapi pihak PLN langsung mengambil tindakan
dengan memasang gardu sementara, sehingga pasokan listrik selama ujian
tetap stabil, tanpa ada masalah.
Sementara itu Bambang Suryadi Ketua BSNP mengatakan perlu ada
moratorium pendirian SMK baru, seperti yang dilakukan Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Timur.

No comments:
Post a Comment