Bermain merupakan salah satu kata
yang cukup akrab di telinga kita, terutama bila kita menjadi seorang guru. Bagi
guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD), beermain sering
di integrasikan dalam kegiatan belajar mengajar, karena dunia anak adalah dunia
bermain. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan guru Sekolah Menengah
Pertama (SMP) dan guru Sekolah Menengah Atas (SMA)juga mengintegrasikan
kegiatan bermai dalam proses pembelajaran. Hal ini diyakini bisa meningkatkan
minat dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dikarenakan
bermain bermain meruapakan suatu kebutuhan baik bagi anak maupun orang dewasa.
Pada postingan kami kali ini kami
akan sedikit membahas tentang manfaat dari game atau permainan bagi seorang
anak. Seperti sudah dijelaskan diawal bahwa game atau permainan merupakan suatu
kebutuhan, karena dengan permainan sesuatu yang dianggap sulit bisa menjadi
gampang.
Pentingnya game bagi perkembangan
seseorang tidak terlepas dari manfaat game itu sendiri, baik secara pribadi
maupun bagi orang lain. Game memiliki banyak manfaat baik bagi siswa maupun
bagi guru. Beberapa manfaat itu antara lain sebagai berikut :
2. Melatih Konsentarsi
Game edukatif
mampu melatih konsentarsi anak secara penuh dalam berbagai kegiatan. Dalam aktivitas
permainan anak biasanya memusatkan konsentrasi pada apa yang ingin ia lakukan. Anak
dituntut untuk focus pada apa yang dikerjakanya sehingga ia dapat menyelesaikan
dengan baik. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk anak, ketika ia harus
berhadapan dengan sesuatu yang rumit, iya sudah terbiasa untuk konsentarsi. Misalnya
anak menemukan soal matematika yang diberikan guru yang dianggap rumit ia tidak
akan mengeluh karena sudah terbiasa untuk konsentrasi.
3. Kemampuan Sosialisasi Meningkat
Bermain
bersama dengan anak lainnya bisa meningkatkan kemampuan hidup sosial anak. Kemampuan
hidup sosial atau soasialisasi penting bagi anak sebagai bekal menuju
kedewasaan. Anak yang memiliki kemampuan sosialisasi baik, akan diterima oleh
masyarakatnya, karena ia cenderung memiliki sikap optimis, percaya diri dan
menyenangkan.
4. Melatih Kemampuan Berbahasa
Terdapat
4 ketrampilan berbahasa yaitu, ketrampilan menyimak ( mendengarkan),
ketrampilan membaca, ketrampilan berbicara dan ketrampilan menulis. Keempat ketrampilan
ini bisa dilatih melalui kegiatan permainan – permainan bahasa, bak secara
individual maupun kelompok. Selain itu juga melalui permainan anak dilatih
untuk mampu menyampaikan pendapat dengan baik dengan menggunakan kata – kata yang
sopan, menerima pendapat orang lain.
5.Menambah Wawasan
Banyak sekali
permainan edukatif yang berisi pengetahuan atau wawasan baru. Wawasan baru yang
dimaksud adalah wawasan yang mungkin tidak diperoleh saat proses pembelajaran
dikelas, misalnya pengetahuan umum. Contuh game edukatif seperti mengisi table teka
– teki silang, game kuis milionare dan lain sebagainya.
6. Mengembangkan Kemampuan Memecahkan Masalah
Dalam kegiatan
bermain kemampuan memecahkan masalah bisa dikembangkan ketiak siswa atau anak
diberikan suatu permasalahan yang menuntut mereka untuk menyelesaiakanya dengan
cepat dan tepat. Tidak harus permainan kelompok, permainan individupun dapat
digunakan untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah.
7. Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan
Melalui
game seseorang dapat berlatih dan mengembangkan potensi dalam dirinya yakni
jiwa kepemimpinan. Melalui permainan kelompok yang terdiri dari beberapa regu
atau kelompok dapat melatih siswa untuk menjadi pemimpin maupun anggota dengan
baik.
Melalui
permainan bisa membantu siswa memahami nilai – nilai kejujuran, kesopanan,
saling menghormati, rela berkorban dan lain sebagainya.
9. Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Melalui
permainan siswa dapat banyak bersosialisasi, diterima oleh kelompoknya,
memiliki banyak teman, berhasil dalam kegiatan – kegiatanya, dan mempunyai rasa
percaaya diri yang tinggi. Bila siswa bermaindengan teman – teman yang
menghargai pendapatnya, menerimanya sebagai bagian dari kelompok, diberikan
kesempatan untuk mengekspresiakan dirinya sendiri, maka hal itu dapat
meningkatkan rasa kepercayaan terhadap dirinya.
Dari uraian ini maka sebaiknya
guru mengemas proses pembelajaran di dalam kelas dalam bentuk permainan. Dengan
demikian maka siswa akan menganggap pelajaran sebagai sesuatu beban melainkan
menganggap pelajaran sebagai suatu hiburan.

No comments:
Post a Comment