Dunia Pendidikan Kita
>

Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Friday, August 10, 2018

Inspirasi Dari Sebatang Pensil

Suatu hari, seorang ibu sedang menemani anaknya belajar.  Di saat itu sang ibu mengambil buku dan pensil, kemudian menulis. Beberapa saat kemudian, si anak memandang kea rah sang ibu. Diapun berani bertanya
Anak     : Ibu sedang menulis apa?
Sang ibu berhenti menulis dan berkata kepada si anak
Ibu     : “Sebenarnya ibu sedang tentang dirimu, tetapi bukan itu yang ibu jelaskan. Ada yang lebih penting Nak”
Sambil terus memegang pensil, sang ibu menatap anaknya sejenak dan melanjutkan kata –katanya
Ibu    : Nak, kau lihat pensil ini?
Anak     : Iy, Bu. Kenapa dengan pensil itu?
Ibu    : “Kalau sudah dewasa nanti, cob jadilah seperti pensil ini”
Si anak mersa heran dan penasaran, diamati pensil yang dianggap biasa itu?
Anak     : Tapi pensil itu kan sama dengan pensil – pensil yang lai yang perna aku lihat bu.
Ibu     : Ada hal yang dapat kau pelajari dari pensil ini. Kalau dapat kau menerapkanya, kau akan senantiasa tentram
Sang ibu memegang pundak anaknya dan berkata lagi
Ibu     : Pertama, meskipun pensil itu dapat menulis berbagai hal, namun ia tetap ada di tangan yang menggerakanya. Jika tidak ada di tangan pensil itu tidak mampu berbuat apa –apa. Begitu juga dengan dirimu, meskipun kau sanggup melakukan hal yang besar, tetapi jangan lupa bahwa Tuhan selalu da disetiaplangkahmu. Tuhan selalu membimbing mu sesuai kehendak – Nya. Oleh karena itu janganlah lupa kepada Tuhan.
Kedua, saat diraut pensil itu akan mersa sakit dan menderita, tetapi setelah itu, apa yang akan terjadi. Pensil itu aka menjadi jauh lebih tajam. Begitupula dengan kamu nak, kamu harus belajar menghadapi masalah dan penderitaan, sebab masalah dan penderitaan akan menjadikanmu lebih baik.
Ketiga, jika ada tulisan – tulisan yang salah atau keliru, pensil itu tidak menolak tulisan – tulisan ini dihapus dan diperbaiki. Jadi jika kamu melakukan kesalahan, janganlah merasa sakit hati ketika ada yang menasehati. Gunakan nasihat itu untuk memperbaiki langkahmu
Keempat, hal yang terpenting dari pensil bukanlah bagian luarnya yang terbuat daari kayu, melainkan isinya. Jaadi perhatikan selalu yang sedang berlagsung di dalam dirimu dan orang lain. Jangan menilai sesuatu dari tampilan luarnya.
Kelima, saat digunakan untuk menulis, pensil ini selalu meninggalkan bekas. Begitu pula segala sesuatu yang kau lakukan akan selalu meninggalkan bekas. Sadari setiap tindakanmu, lakukan langkah dan perilaku yang baik, sehingga berakibat bauk pula.
Anak    : terima kasih ibu.


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages